Read more: http://igdblogger.blogspot.com/2012/08/membuat-pesan-pembuka-dan-penutup-pada.html#ixzz2TXrA6ulJ Read more: http://igdblogger.blogspot.com/2012/08/membuat-pesan-pembuka-dan-penutup-pada.html#ixzz2TXqrNTPz [-Richard-] D'Confirmation Hacker ^^

0 11 Fakta Menarik Tentang Real Madrid VS Barcelona

Rabu, 28 Agustus 2013


Inilah Fakta Menariknya :
1. Real Madrid telah mencetak 12 gol di Liga Champions musim ini, sedangkan Barcelona 7 gol.
2. Ini menjadi pertemuan ketiga dua klub raksasa Negeri Matador ini di semifinal Liga Champions. Real Madrid memenangi dua duel sebelumnya pada 1960 dan 2002.
3. Kedua tim telah bersua enam kali di ajang antarklub Eropa. Real Madrid menang 3 kali, Barcelona menang 1 kali dan seri 2 kali.

4. Real Madrid menjadi tim dengan pertahanan terbaik bersama Manchester United dengan hanya kebobolan 3 gol dalam 10 laga Liga Champions musim ini.

5. Real Madrid memenang 12 laga dan hanya kalah 2 kali melawan klub-klub Spanyol di panggung Liga Champions. Kekalahan terakhir Madrid diderita dari Atletico Madrid 0-1 dan Barcelona 1-2 di musim 1960-1961.
6. Jika Real Madrid kembali memenangi Liga Champions, Jose Mourinho akan menjadi pelatih pertama dalam sejarah yang memenangi 3 kali trofi Liga Champions dengan tiga klub berbeda. Trofi sebelumnya diraih Mourinho bersama Porto dan Inter Milan.

7. Rekor Mourinho melawan Barcelona sebenarnya tak terlalu bagus dengan catatan kalah 4 kali dalam 10 laga serta menang hanya 3 kali.

8. Barcelona meluncur ke semifinal Liga Champions tiga kali dalam empat musim terakhir. Barca kalah dari Manchester United pada 2008, Inter Milan (tahun lalu) serta lolos dari hadangan Chelsea pada 2009 sebelum akhirnya menjadi juara.

9. Barcelona hanya menang 4 kali dari 18 laga semifinal Liga Champions.
10. Striker Barcelona, Lionel Messi telah mencetak 15 gol di 15 laga terakhir Liga Champions. Anehnya, Messi gagal mencetak gol dalam 6 laga semifinal dalam tiga musim terakhir.

11. Barcelona hanya mampu menang 3 kali dari 14 laga tandang terakhir Liga Champions.
Read more

0 Wang Hao, Wakil Tim Cina Terakhir Ke Paris

Wang HaoSetelah empat pemain dipastikan terpilih sebagai wakil timnas Cina untuk Kejuaraan Dunia 2013 di Paris, berarti hanya tinggal satu kursi untuk memenuhi kuota yang dibutuhkan Cina. Mereka yang telah lolos adalah Xu Xin, Zhang Jike, Ma Long dan Yan An. Satu tempat lagi diperebutkan oleh Wang Hao, Hao Shuai dan Fan Zhendong. Sungguh persaingan yang sangat panas antara ketiga pemain tersebut karena ketiganya mencatat rekor sekali menang dan sekali kalah.
Seperti yang kami lansir dari media Sina Sports, World Championships Squad Trials 2013 berakhir 5 Maret kemarin di kota Zhenjiang dengan hasil Wang Hao sebagai pemain terakhir yang masuk kualifikasi untuk ajang kompetisi tenis meja terbesar tahun ini yaitu kejuaraan " World Championships 2013 " di Paris.
Melalui perjalanan yang tersendat-sendat dari putaran pertama kualifikasi, akhirnya Wang Hao, Hao Shuai dan pemain muda berusia 17 tahun, Fan Zhendong, harus bertarung habis habisan untuk sisa satu tempat yang tersedia.
Pertandingan pertama berlangsung antara pemain seeded satu, Wang Hao dan pemain termuda dalam kompetisi ini, Fan Zhendong. Di awal pertandingan, Wang Hao sedikit terlambat panas yang berakhir dengan kekalahannya di set pertama. Sebenarnya Wang Hao berusaha menguasai pertandingan kembali hingga mampu menyamakan kedudukan di angka 10-10. Namun Fan Zhendong mampu memanfaatkan keadaan yang menguntungkan dia sehingga mengakhiri set pertama dengan 12-10.
Wang Hao yang sudah panas bermain lebih lepas di set kedua dan berhasil menyamakan kedudukan besar 1-1 dengan poin 11-6 di set kedua. Namun momentum ini tidak mampu dimanfaatkan dengan baik oleh Wang Hao. Dia banyak melakukan kesalahan di set berikutnya hingga membiarkan Fan Zhendong kembali memimpin. Bahkan Fan Zhendong yang menjadi pemain pendatang baru dan termuda dalam kompetisi ini mampu melanjutkan kemenangan di set keempat sehingga pertandingan berakhir 3-1 (12-10, 6-11, 11-9, 11-4). Fan Zhendong berpeluang besar untuk memenangkan kursi terakhir yang tersedia.
Setelah kekalahan tersebut, Wang Hao langsung kembali ke arena untuk menghadapi pesaing lainnya yaitu Sang Pembunuh Raksasa, Hao Shuai. Rupanya kekalahan yang diderita Wang Hao sebelumnya tidak berpengaruh negatif buatnya. Wang Hao langsung menekan bahkan mampu menang di set pertama dengan margin yang sangat jauh, 11-2. Hao Shuai tampil lebih baik di set kedua, namun dia hanya mampu mencapai angka 7 sebelum akhirnya Wang Hao menutup pertandingan. Set ketiga menjadi penentuan buat Wang Hao untuk mengakhiri pertandingan. Hao Shuai harus berhasil menyelamatkan set ini untuk membuka harapan memenangkan pertandingan. Dia tampil mengganas dan mempunyai kesempatan emas ketika unggul 10-8. Tapi Wang Hao tetap termotivasi sampai akhirnya keadaan berbalik untuk kemenangannya. Wang Hao membayar kekalahannya dari pertandingan pertama melawan Fan Zhendong. 11-2, 11-7, 12-10.
Pertandingan ketiga mempertemukan Hao Shuai dan Fan Zhendong. Pada pertemuan terakhir mereka Jum'at tanggal 1 Maret, Fan Zhendong mengejutkan Hao Shuai dengan kemenangan 3-2. Jika itu terjadi lagi maka dipastikan Fan Zhendonglah yang berhak menempati kursi sisa.
Di luar dugaan, Hao Shuai mampu membalas kekalahan di pertemuan terakhir mereka dan memenagkan pertandingan ketiga dengan skor tipis 3-2 (12-10, 11-13, 5-11, 11-5,11-7).
Hasil ini membingungkan semua hingga diputuskan untuk melakukan pertandingan play-off untuk meloloskan satu pemain yang berhak atas kursi yang diperebutkan. Aturan yang dipakai adalah "one set system" yaitu masing masing hanya membutuhkan satu set kemenangan saja untuk dinyatakan sebagai pemenang.
Pertandingan pertama terjadi antara Wang Hao dan Fan Zhendong. Pemain muda yang sangat berbakat, Fan Zhendong, mendapat kesempatan besar saat memimpin di kedudukan 9-7. Sayang, dia kurang hati-hati hingga Wang Hao mampu menyamakan kedudukan dan memaksa terjadi deuce yang akhirnya membuat kedudukan 14-12 untuk kemenangan Wang Hao.
Fan Zhendong tidak berputus asa, dia melanjutkan pertandingan kedua melawan Hao Shuai. Dia berhasil membalas kekalahan di pertandingan sebelumnya dengan mengalahkan Hao Shuai 11-9. Kesempatan masih terbuka untuk Fan Zhendong jika saja Wang Hao tidak berhasil menang melawan Hao Shuai. Namun nasib berkata lain, Hao Shuai kalah tipis dari Wang Hao dengan skor 12-10. Dengan kemenangan tersebut, Wang Hao berhak masuk dalam tim yang terpilih menuju Paris bulan Mei nanti.
Read more

0 Gareth Bale Datang, Tiga Pemain Real Madrid Jadi Korban

Gareth Bale Datang, Tiga Pemain Real Madrid Jadi Korban

TRIBUNNEWS.COM – Harga transfer Gareth Bale yang disinyalir mencapai angka 100 juta euro itu ternyata berdampak panjang untuk Real Madrid. Kabarnya, Real Madrid bakal mempertimbangkan tiga pemainnya dilego untuk menambah uang transfer Bale.
Mereka adalah Karim Benzema, Mesut Ozil, dan Angel Di Maria yang santer bakal dilego sebelum jendela transfer akhirnya ditutup. Seperti yang diklaim oleh Daily Mail, Real Madrid dikabarkan akan mempertimbangkan melepas ketiga bintangnya tersebut.
Ketiga pemain itu sendiri memang sudah memiliki peminat dalam beberapa pekan belakangan ini. Sebut saja Arsenal yang tertarik untuk mendatangkan Benzema dan Di Maria, serta Manchester United yang siap membajak Mesut Ozil ke Old Trafford.
Real Madrid juga berharap penjualan ketiga pemain tersebut bakal menambah pemasukan mereka hingga 100 juta euro. Selain agar menambah dana untuk transfer Bale, uang hasil penjualan ketiga pemain tersebut juga disinyalir bakal dipakai untuk memboyong Luis Suarez dari Liverpool.
Read more

0 Fakta sejarah Menara Pisa, dulunya gak miring lho,gan!

Sabtu, 24 Agustus 2013

Menara Pisa

Menara miring Pisa (dalam Bahasa Italia: Torre pendente di Pisa) atau yang biasa disebut The Tower of Pisa (La Torre di Pisa) adalah sebuah menara lonceng dari sebuah katedral di kota Pisa, Italia. Menara ini terletak di belakang katedral dan merupakan struktur ketiga di Campo dei Miracoli (keajaiban) Pisa.

Walaupun rencana semula dibangun secara vertikal, menara itu mulai miring ke arah tenggara segera setelah dilakukan konstruksi di tahun 1173, dikarenakan pondasi yang tak sempurna.

Tinggi dari menara tersebut adalah 55,86 km dari permukaan tanah di sisi terendah, dan 56,70 m di sisi yang tertinggi. Lebar alas bangunan itu adalah 4,09 m dan lebar puncaknya adalah 2,48 m. Berat menara ini diperkirakan 14,500 ton dan memiliki 294 anak tangga.

Konstruksi menara pisa dibangun 3 tahap

Konstruksi dari Menara Pisa dibangun dalam tiga tahap, yang memakan waktu sekitar 200 tahun. Konstruksi marmer putih di lantai pertama dimulai pada tanggal 9 Agustus 1173, pada masa kejayaan militer dan kemakmuran Italia. Lantai pertama ini dikelilingi oleh beberapa pilar dan walaupun posisinya miring, namun tetap tahan selama berabad-abad.

Ada kontroversi seputar identitas dari arsitek yang membangun Menara Miring Pisa. Selama bertahun-tahun, desain tersebut diyakini dibuat oleh Guglielmo dan Bonanno Pisano, artis lokal kenamaan di abad ke-12, yang terkenal dengan karya perunggunya, khususnya pada karyanya Pisa Duomo.

Bonanno Pisano meninggalkan Pisa di tahun 1185 dan pindah ke Monreale, Sicilia, namun kemudian kembali lagi dan meninggal di tanah kelahirannya itu. Makamnya ditemukan di dasar tower di tahun 1820.

Menara itu pertama kali miring setelah lantai ketiga dibangun di tahun 1178, dikarenakan amblasnya pondasi sedalam tiga meter, akibat pergerakan tanah. Ini berarti bahwa desain dari menara tersebut telah cacat sejak pada awalnya.

Konstruksi dihentikan sementara selama hampir seabad lamanya, karena para warga Pisa hampir terlibat peperangan dengan Genoa, Lucca dan Florence. Selama masa ‘istirahat’ ini, struktur tanah di bawahnya telah kembali stabil. Dan di tahun 1198, dipasang jam untuk sementara pada bangunan yang masih belum tuntas itu.

Sempat terhenti dan dilanjutkan kembali pembangunan menara pisa

Di tahun 1272, bangunan itu dilanjutkan kembali oleh Giovanni di Simone, arsitek dari Camposanto. Lantai keempat dibangun untuk mengimbangi kemiringan dari menara ini. Pembangunan kembali dihentikan di tahun 1284, saat Pisa ditaklukan oleh Genoa dalam Pertempuran Meloria.

Pembangunan menara lonceng ini tak selesai terhenti hingga 1372. Setelah itu, Tommaso di Andrea Pisano berhasil menyelesaikan elemen-elemen Gothic dari menara tersebut, dengan memberikan sentuhan gaya Roma. Terdapat tujuh lonceng pada menara tersebut, yang masing-masing mewakili not pada nada. Lonceng yang terbesar dipasang pada tahun 1655.
Read more

0 Dua Pembunuh Sisca Yofie Tertangkap

Rabu, 14 Agustus 2013


Dua Pembunuh Sisca Yofie Tertangkap
TEMPO.CO, Bandung - Tersangka pelaku pembunuhan Sisca Yofie tertangkap. Keduanya dicokok di dua lokasi dan waktu berbeda. Polisi menduga para pelaku adalah Wawan dan keponakannya, Saeful alias Ade, warga simpang Jalan Sukamulya-Sukagalih, Kota Bandung.

"Satu (Ade) menyerahkan diri kemarin (Sabtu, 10 Agustus 2013). Satu lagi (Wawan) ditangkap saat naik motor di daerah Ciranjang bersama istrinya," ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Bandung Ajun Komisaris Besar Trunoyudho Wisnu di kantornya, Ahad, 11 Agustus 2013.

Para tersangka kini diamankan Polrestabes Bandung. "Semula kami cari dia (Wawan) ke Cililin (Kabupaten Bandung Barat), tapi keburu lari. Akhirnya tadi dia kami tangkap sekitar jan 11.00 sedang dalam pelarian menggunakan motor yang dia pakai untuk melakukan tindak kejahatan kepada korban," kata Wisnu.

Satuan Reserse Kriminal kini tengah intensif memeriksa Wawan dan Ade. "Kami masih mendalami pengakuan para tersangka. Istri pelaku (yang ditangkap di Ciranjang) turut kami amankan untuk dimintai keterangan," kata Wisnu.

Sementara itu orang tua para pelaku, Ahri, 65 tahun, mengatakan, Wawan dan Ade adalah anak dan cucunya. Awalnya, kata dia, Ade tak berterus terang telah melakukan kejahatan bersama Wawan.

Namun, selama tiga hari tiga malam setelah kejadian terbunuhnya Sisca (pada Senin petang 4 Agustus, Ahri melihat Ade gelisah. "Tidak makan, tidak tidur. Saya tanya ada apa. Akhirnya dia mengaku (bahwa dia bersama Wawan telah membunuh Yofie). Lalu saya suruh menyerahkan diri ke Polsek Sukajadi," katanya saat ditemui di rumahnya di Sukagalih,
Read more

0 SBY Beri Motivasi Tim Indonesia


Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) didampingi Ketua Umum PBSI Gita Wirjawan berfoto bersama dengan kontingen yang akan mengikuti Kejuaraan Dunia Bulutangkis di Istana Negara, Jakarta, Senin (29/7/2013). Sebanyak 28 pebulutangkis nasional akan bertanding pada kejuaraan dunia BWF World Championship 2013 di Guangzhou, China pada 5-11 Agustus 2013. JIBI/SOLOPOS/Antara/ Prasetyo Utomo
Solopos.com, Jakarta – Awak pelatih dan pemain Indonesia yang akan tampil pada Badminton World Championships 2013 mendapat tambahan motivasi dari Presiden Bambang Yudhoyono.
Sebelum bertolak ke kejuaraan dunia yang digelar di Guangzhou, China, 5-11 Agustus mendatang, skuat Indonesia lebih dulu sowan kepada SBY. Mereka diterima SBY di Istana Merdeka, Jl. Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin (29/7/2013).
Dalam pertemuan itu, SBY memberikan tambahan motivasi pada para pemain dengan mengaku sangat memperhatikan perkembangan bulu tangkis Indonesia.
“Saya ingin cerita, setiap saat Saudara bertanding di luar negeri, kalau saya diberitahu, jam berapa pun saya akan menonton. Meski jamnya berbeda-beda, saya mau nonton. Biasanya sambil berdoa, ikut deg-degan. Kalau harus kirim SMS, saya akan kirim langsung ke Menpora. Dulu masih Pak Adhyaksa Dault, lalu Pak Andi Mallarangeng, sekarang Pak Roy Suryo,” tutur SBY, dilansir detikSport.
Cerita lain yang disampaikan SBY adalah ketika ia mengikuti sebuah summi leader dengan sejumlah pemimpin negara. Dalam sebuah perbincangan santai mengenai Olimpiade dan berbagai kejuaraan internasional, setiap negara ditanya apa cabang unggulannya.
“Saya belum jawab, (Barack) Obama sudah menjawab ‘badminton’. Karena Obama tinggal di Indonesia di tahun 1970-an, ya saya kira sebagai anak Menteng Dalam, dia tahu bintang Indonesia yang menguasai dunia, yang sering mendapatkan gelar juara. Jadi, memori itu masih ada.
“Nah, jawaban saya kan harus pas. Oh betul, memang itu andalan kami. Dulu kami menang di mana-mana, tapi belakangan kami harus struggle, pesaing makin banyak, tetapi tetap menjadi andalan. Badminton memang andalan kita baik di kawasan Asia Tenggara, meskipun di dunia up and down. Harapan saya tetap muncul Merah Putih dalam gelanggang pertandingan itu.”
“Saya sering dilapori oleh Pak Gita Wirajawan dan Pak Roy Suryo tentang peluang dan tantangan. Apa yang Saudara-Saudara hadapi itu wajar. Hidup ini selalu begitu, hidup penuh tantangan, hidup juga menyediakan banyak peluang. Yang jelas Saudara sudah dilatih dan sudah berlatih,” tambahnya, seraya memberi motivasi kepada para pemain.
Read more

0 Peluang bangkitnya badminton Indonesia

Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir
Pasangan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir diharapkan meraih juara di Guangzhou.
Indonesia kembali punya peluang menunjukkan pengaruh yang sempat pudar di peta bulu tangkis dunia di Kejuaraan Dunia Badminton 2013 di Guangzhou, Cina.
Dua gelar juara menjadi target, yaitu dari ganda putra Klik unggulan ke enam Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan serta pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, yang diunggulkan di tempat ketiga.
Di pundak mereka disandarkan harapan untuk mengulang prestasi 2007 di Kuala Lumpur, ketika Markis Kido/Hendra Setiawan dan Nova Widianto/Liliyana Natsir mempersembahkan gelar untuk Indonesia.
Turnamen yang berlangsung 5-11 Agustus diikuti 400 pemain dari 46 negara.
Indonesia mengirim 28 pemain dengan rincian empat tunggal putra, tunggal putri, ganda putri, serta dua pemain ganda putri dan empat pemain ganda campuran.

Saingan baru

Namun seperti kalimat yang diucapkan ahli politik Machiavelli, "keep your friends close but your enemies closer," Indonesia jelas perlu memantau perkembangan pemain-pemain dari negara lain dan mengintip strategi mereka.
Valeria Sorokina/Nina Vislova
Pasangan Rusia, Sorokina/Vislova, meraih medali perunggu di Olimpiade London 2012.
Salah satu negara yang perlahan diperhitungkan di peta bulu tangkis kompetitif adalah Rusia.
Sebagai negara dengan bulu tangkis bukan olahraga populer, Rusia benar-benar menunjukkan tajinya ketika pasangan ganda putri Klik Valeria Sorokina/Nina Vislova meraih Klik medali perunggu di Olimpiade London 2012.
Memang pertandingan ganda putri saat itu diwarnai skandal 'permainan gajah' sehingga membuat pasangan Indonesia, Meiliana Jauhari/Greysia Polii, didiskualifikasi dengan dua pasangan Korea Selatan dan satu pasangan Cina.
Pasangan Sorokina/Vislova sebenarnya sudah tersingkir di babak penyisihan grup namun kemudian turun kembali dan meraih medali perunggu.
Dari Asia, Jepang pun mulai menjadi ancaman serius. Butuh bukti?
Di Djarum Indonesia Open 2013 -meski tidak menggondol medali apa pun- seluruh pemain tunggal putri Jepang lolos ke babak kedua.
Tim Thomas dan Uber Jepang bahkan mengakhiri perlawanan Indonesia pada babak perempat final Piala Thomas dan Uber di Wuhan Cina, Mei 2012.

Sistem peringkat

Lantas, apa yang dilakukan Indonesia agar tidak tertinggal dari rival-rival baru?
Basri Yusuf, Kepala Bidang Pengembangan PBSI, mengatakan aspek yang diutamakan oleh Ketua PP PBSI Gita Wirjawan dalam upaya pengembangan prestasi olahraga bulutangkis adalah sport science.
Metode ini sudah lama digunakan oleh Cina, Malaysia dan Negara-negara Eropa tapi Indonesia baru menerapkannya di Piala Sudirman 2013.
Simon Santoso
Simon Santoso kalah dari pemain Taiwan, Jen Hao Hsu, di babak pertama.
Secara singkat, sport science membuat setiap keputusan di lapangan diambil berdasarkan analisa yang terukur bukan sekedar asumsi atau insting semata.
Langkah lainnya sejak awal 2013, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Rexy Mainaky, mensosialikasikan sistem promosi dan degradasi yaitu penilaian peringkat berdasarkan prestasi, disiplin, dan prospek masa depan.
Sistem ini diharapkan bisa menjadi motivasi bagi pemain untuk terus berusaha memberikan yang terbaik. Dalam Kejuaraan Dunia di Guangzhou, pemain yang terancam terdegradasi adalah Simon Santoso.
Rexy sebelumnya sudah mengatakan bahwa Guangzhou akan menjadi arena pembuktian bagi Simon, yang sekarang berada di peringkat 26 dunia.
Tentunya penampilan Simon di Cina akan dievaluasi dan bukan tidak mungkin ia terlempar dari tim utama di pelatnas. Simon sudah langsung di babak pertama dari pemain Taiwan, Jen Hao Hsu, walau sempat unggul di set pertama.
Bisa jadi Simon kelak hanya akan diturunkan di kompetisi lapis dua seperti Grand Prix.
Pahit? Mungkin, tapi semua itu bermuara pada satu tujuan yaitu: prestasi.
Bulutangkis Indonesia pernah sangat bersinar dan pemain-pemain kita sangat ditakuti. Akankah era itu kembali?
Read more