
net
Tajuk besar semifinal Liga Champions 2012/2013 mengetengahkan
persaingan sepakbola Jerman dan Spanyol. Perang saudara antara sesama
pemain Jerman akan terjadi ketika Borussia Dortmund menjamu Real Madrid pada leg pertama semifinal di Stadion Signal Iduna Park, Kamis (25/4/2013) dinihari.
Pertarungan sesama Jerman ini akan terjadi khususnya di lini tengah. Di kubu Dortmund ada Marco Reus dan Mario Gotze sementara Real Madrid memiliki Mesut Oezil dan Sami Khedira. Keempat gelandang ini tak lain adalah punggawa pasukan Tim Panser, Tim Nasional Jerman.
Ditelisik lebih detail lagi, keempat gelandang ini punya kualitas sama baik. Keempatnya adalah mesin lini tengah yang mampu bermain sangat dinamis, memiliki umpan panjang, dan pendek dengan akurasi tinggi ditopang dengan taktikal disiplin yang melekat dalam jiwa mereka.
Keempatnya juga menyandang predikat pemain tengah terbaik yang dimiliki Jerman bahkan pantas disejajarkan dengan para gelandang terbaik dunia lainnya. Mereka semua memiliki kecerdasan di atas rata-rata terlihat dari visi bermain yang mereka miliki.
Reus dan Goetze dalam sistem permainan Dortmund menunjukkan partnership sehati dalam menjalankan tugas sebagai attacking midfielder. Kombinasi dua gelandang muda ini selalu mengagumkan dan salah satu faktor sukses Dortmund di Liga Champions musim ini.
"Goetze adalah pemain yang cerdas, dia mengetahui kemana saya akan berlari dalam berbagai situasi. Penting memiliki rekan di lapangan yang punya ide sama dengan Anda. Saya senang main di sebelahnya," kata Reus menggambarkan kesepahamannya dengan Goetze.
Dilihat dari sisi usia, keduanya memang sedang dalam masa pertumbuhan untuk menjadi pemain bintang. Tapi usia itu tak menghalangi mereka untuk tampil bagus di kompetisi elite Eropa. Reus yang berusia 23 tahun memberi sumbangsih empat gol dan Goetze di usia 20 tahun telah mencetak dua gol di Champions.
Torehan gol-gol itu adalah fakta tak terbantahkan bahwa dua gelandang ini punya kontribusi besar dalam perjalanan Dortmund yang selalu menghadirkan kejutan-kejutan di pentas kompetisi paling glamour di Eropa.
Di sisi Real Madrid, Khedira dan Oezil harus diakui punya pengalaman lebih dibanding dua rekan sekaligus rivalnya itu. Dua gelandang ini hampir setiap musimnya merasakan atmosfer panas dan pertandingan level tinggi Champions sejak hijrah ke tim ibukota Spanyol 2011 lalu.
Pengalaman itu yang kemudian jadi keunggulan Khedira dan Oezil. Disebutkan Khedira, Real Madrid sama sekali tak mengalami tekanan saat berhadapan dengan Dortmund meski musim ini Los Blancos belum mampu mengalahkan Die Borussen saat kedua kubu bertemu di fase penyisihan grup.
"Liga Champions bukan sebuah tekanan sebab itu adalah tujuan kami. Tim ini punya hasrat besar untuk menjadi juara. Apalagi musim ini kami menargetkan trofi ke-10. La Decima berarti segalanya buat Madrid," ujar mantan pemain VfB Stuttgart itu.
Khedira yang saat ini telah memasuki usia 26 tahun juga menyebut peran penting kompatriotnya, Oezil, dalam permainan Madrid. "Oezil dan beberapa pemain lain selalu jadi perhatian, itu normal sebab mereka adalah artis dan kami punya skuad yang luar biasa," katanya.
Dalam sistem permainan Real Madrid, Khedira dan Oezil punya pembagian tugas jelas. Khedira diplot sebagai gelandang bertahan bersama Xabi Alonso sementara Oezil difungsikan sebagai gelandang pengatur serangan.
Oezil memasuki medan laga dengan perasaan nyaman. Dia tampil gemilang di laga terakhir Madrid dengan mencetak gol ke gawang Real Betis. Eks pemain Schalke 04 dan SV Werder Bremen inipun datang ke Dortmund dengan penuh keberanian.
"Kami menghormati Dortmund tapi kami tidak takut. Kami tahu kami punya kualitas. Kami akan melakukan apapun untuk melewati Dortmund, tujuan kami menjuarai Champions," kata Oezil yang mengaku senang bermain di dekat kampung halamannya itu.
Pertarungan sesama Jerman ini akan terjadi khususnya di lini tengah. Di kubu Dortmund ada Marco Reus dan Mario Gotze sementara Real Madrid memiliki Mesut Oezil dan Sami Khedira. Keempat gelandang ini tak lain adalah punggawa pasukan Tim Panser, Tim Nasional Jerman.
Ditelisik lebih detail lagi, keempat gelandang ini punya kualitas sama baik. Keempatnya adalah mesin lini tengah yang mampu bermain sangat dinamis, memiliki umpan panjang, dan pendek dengan akurasi tinggi ditopang dengan taktikal disiplin yang melekat dalam jiwa mereka.
Keempatnya juga menyandang predikat pemain tengah terbaik yang dimiliki Jerman bahkan pantas disejajarkan dengan para gelandang terbaik dunia lainnya. Mereka semua memiliki kecerdasan di atas rata-rata terlihat dari visi bermain yang mereka miliki.
Reus dan Goetze dalam sistem permainan Dortmund menunjukkan partnership sehati dalam menjalankan tugas sebagai attacking midfielder. Kombinasi dua gelandang muda ini selalu mengagumkan dan salah satu faktor sukses Dortmund di Liga Champions musim ini.
"Goetze adalah pemain yang cerdas, dia mengetahui kemana saya akan berlari dalam berbagai situasi. Penting memiliki rekan di lapangan yang punya ide sama dengan Anda. Saya senang main di sebelahnya," kata Reus menggambarkan kesepahamannya dengan Goetze.
Dilihat dari sisi usia, keduanya memang sedang dalam masa pertumbuhan untuk menjadi pemain bintang. Tapi usia itu tak menghalangi mereka untuk tampil bagus di kompetisi elite Eropa. Reus yang berusia 23 tahun memberi sumbangsih empat gol dan Goetze di usia 20 tahun telah mencetak dua gol di Champions.
Torehan gol-gol itu adalah fakta tak terbantahkan bahwa dua gelandang ini punya kontribusi besar dalam perjalanan Dortmund yang selalu menghadirkan kejutan-kejutan di pentas kompetisi paling glamour di Eropa.
Di sisi Real Madrid, Khedira dan Oezil harus diakui punya pengalaman lebih dibanding dua rekan sekaligus rivalnya itu. Dua gelandang ini hampir setiap musimnya merasakan atmosfer panas dan pertandingan level tinggi Champions sejak hijrah ke tim ibukota Spanyol 2011 lalu.
Pengalaman itu yang kemudian jadi keunggulan Khedira dan Oezil. Disebutkan Khedira, Real Madrid sama sekali tak mengalami tekanan saat berhadapan dengan Dortmund meski musim ini Los Blancos belum mampu mengalahkan Die Borussen saat kedua kubu bertemu di fase penyisihan grup.
"Liga Champions bukan sebuah tekanan sebab itu adalah tujuan kami. Tim ini punya hasrat besar untuk menjadi juara. Apalagi musim ini kami menargetkan trofi ke-10. La Decima berarti segalanya buat Madrid," ujar mantan pemain VfB Stuttgart itu.
Khedira yang saat ini telah memasuki usia 26 tahun juga menyebut peran penting kompatriotnya, Oezil, dalam permainan Madrid. "Oezil dan beberapa pemain lain selalu jadi perhatian, itu normal sebab mereka adalah artis dan kami punya skuad yang luar biasa," katanya.
Dalam sistem permainan Real Madrid, Khedira dan Oezil punya pembagian tugas jelas. Khedira diplot sebagai gelandang bertahan bersama Xabi Alonso sementara Oezil difungsikan sebagai gelandang pengatur serangan.
Oezil memasuki medan laga dengan perasaan nyaman. Dia tampil gemilang di laga terakhir Madrid dengan mencetak gol ke gawang Real Betis. Eks pemain Schalke 04 dan SV Werder Bremen inipun datang ke Dortmund dengan penuh keberanian.
"Kami menghormati Dortmund tapi kami tidak takut. Kami tahu kami punya kualitas. Kami akan melakukan apapun untuk melewati Dortmund, tujuan kami menjuarai Champions," kata Oezil yang mengaku senang bermain di dekat kampung halamannya itu.
0 komentar:
Posting Komentar